Hari ini, mulai kembali memetik harapan. Setelah dalam waktu seminggu meninggalkan rumah dan berlanjut tiga hari bertemu dengan satu teman baru. Berpacu di jalan, bermalam di hutan berselimut dingin, angin yang berjalan tanpa permisih serta kabut tebal yang turun tak mengenal waktu istirahat. Malam ini, di tengah keadaan yang kurang membaik, perasaan timbul khawatir kepada perempuan yang tak berbentuk, menyesali akan sikap kekakuan. Dalam hitungan tiga malam, rasanya begitu cepat bersama kalian, namun menyadari bahwa di luar sana kita mempunyai tanggung jawab masing – masing yang tidak bisa di lepas. Yang kembali menuju kampus ingin cepat memakai toga, yang kembali ke dunia kerja ingin semua tugas nya terselesaikan dan yang berstatus penganggur ingin segera mendapatkan sebuah pekerjaan layak.
Memutuskan dalam beberapa hari kedepan untuk tidak keluar rumah, berpergian kesuatu tempat atau mendaki gunung adalah sikap. Dewasa ini, memang rumit. Menyusun segala sesuatu dengan penuh perhitungan, bermain rasanya adalah bonus karna tidak bisa dilakukan setiap hari, setiap saat. “walaupun segala sesuatu yang berlebih itu tidaklah baik, walaupun terkadang hidup itu tidaklah terus tentang sekolah, bekerja, bercinta, lalu mati”. Meyakini dalam mendapatkan sesuatu yang baik, harus berperilaku baik antar sesama makhluk tanpa mengharapkan prestasi ataupun balas budi seperti yang diajarkan dalam agama. Sama halnya dengan malam hari ini yang penuh dengan hawa dingin, tanpa selimut dan penutup tebal. Berusaha melawan cuaca yang tidak bersahabat, berdoa untuk di beri kekuatan melawan rasa dingin, sebab mengorbankan kenyamanan kepada yang membutuhkan adalah baik.
Kekosongan raut wajah menimbulkan tanya, pengartian yang berulang menjadi kebiasaan, perempuan harus bisa masak dan laki – laki harus bekerja keras dan sisanya adalah perlawanan. Sama seperti perempuan yang memanjat pagar rumah waktu dini hari dan seorang laki – laki yang bekerja keras menyembunyikan perasaan. Kita sama – sama memperhatikan keramaian waktu pagi, siang, sore dan malam, hujan yang turun di siang hari ataupun celoteh ingin segera melanjutkan tidur setelah terbit matahari. Gunung yang selalu merindukan sunyi tidaklah salah. Semoga kita dipertemukan di lain waktu.
Surya Kencana, 08.11.2018