Pernah
seorang kawan bercerita tentang kisah cintanya dengan si puan, tragis tak
kunjung usai, trauma yang mendalam pada cinta pertamanya itu. Setelah bertahun
– tahun menjalani hari dengan melamun, sampai saat senyuman, canda tawa mulai
terbangun. Kawan saya tersadar bahwa semuanya yang ia sesali tidak akan berbuah
hasil.
Menjalani
kisah cinta pertama dengan si puan memang penuh perjuangan, terutama dari sudut
keluarga kawan saya yang berbanding jauh dengan puan yang terlahir tajir. Waktu
itu, di tegur oleh ibu dari si puan “Kalau kamu sayang dengan anak saya, lebih
baik kamu tinggalkan” ucap ibu puan kepada kawan saya. Hujan turun deras pada
malam itu, rasa lelah seharian berpergian dengan puan yang sedang sibuk dengan
karya tulis sebagai tugas akhir dari kampus.
Kawan
ku bernama Roy, hidup sederhana dan serba keterbatasan biaya. Maklum ayah hanya
seoarang supir dan ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga di dekat rumah.
Keinginan sang ayah untuk menyekolahkan Roy sampai tingkat tinggi Universitas
akhirnya tercapai. Setelah menjalani satu sampai dua semester Roy mendapatkan
teman dekat yaitu Ana hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengikat kisah
cinta berdua.
Selama
di jenjang kuliah, Roy tidak mempunyai kendaraan pribadi. Jadi pulang pergi ke
kampus ataupun bertemu dengan Ana, Roy menggunakan transportasi umum itupun
kalau mempunyai uang. Jika tidak, Roy memang mudah bergaul dengan siapa saja,
terkadang ia mencari barengan atau sekedar minta tolongpun direspon dengan
teman – temannya.
Menjalin
kasih dengan Ana memang sangat menyulitkan bagi Roy dengan tingkah Ana yang manja
dan banyak mau, walaupun Ana telah mengetahui kondisi Roy itu seperti apa.
Sebagai seorang lelaki itu pantang untuk di rendahkan apalagi harga dirinya di
injak – injak. Mungkin semua orang merasakan hal yang sama di saat posisinya
seperti Roy. Suatu ketika Roy meminjam sepeda motor dan uang untuk bertemu
serta mengajak jalan Ana kesuatu tempat, alasannya untuk merayakan hari jadi
mereka yang ke dua bulan. Saat di perjalanan sebagian uang Roy hilang, akhirnya
setelah sampai ke tempat tujuan terpaksa Roy puasa untuk membahagiakan ana
dengan uang pas – pasan nya itu. Dengan sikapnya yang santai, seperti tidak ada
masalah, berbagai alasan untuk menutupi pun di keluarkan. Karna bagi Roy
melihat ana tersenyum dan bahagia saja sudah membuat perut yang terasa lapar
menjadi kenyang.
Roy
memang pandai dan cerdas, buktinya ia mendapat beasiswa di tempat kuliahnya.
Kedekatan Roy dan Ana memang berawal saat mengerjakan tugas bareng dan ana pun
terkadang meminta bantuan dengan Roy untuk sekedar mengerjakan tugasnya itu.
Hingga pada suatu ketika Roy mengorbankan waktu untuk Ana sampai lupa kalau
hari itu batas akhir mengumpulkan tugas dan akhirnya telat mengumpulkan dengan
berat hati mengulang semester depan pilihannya.
Roy
memang tidak terlalu romantis seperti kebanyakan cowo lainnya yang mengajak
kekasihnya berpergian keluar negeri, menginap di hotel berbintang dengan
fasilitas VVIP, memberi suatu yang harganya wah, dan memanjakan dengan
fasilitas yang katanya biaya tidak menjadi masalah yang terpenting pelayanan
terbaik. Namun, rasa cinta dan sayangnya kepada Ana jauh lebih mahal dari VVIP.
Ana
pernah diajak ke suatu tempat dimana tempat tersebut sangat indah dan alami,
sederhana namun nyaman, walaupun butuh perjuangan ke tempat itu. Namun dengan
kearifan masyarakat setempat yang menyambut kedatangan Ana dan Roy, cukup
membuat Ana merasa kalau di sela – sela kebahagiaan, terselip kebisuan yang
merindukan kebahagiaan itu seperti apa. Hal yang tidak pernah di lupa dari Roy
adalah melihat hujan bintang pada malam hari dengan ana, di tengah – tengah
kekosongan, kesunyian, suara angin dan jeritan kebahagiaan binatang malam.
Mereka saling berbagi cerita tentang apa – apa yang akan terjadi di depan pada
mereka, bahwa Roy akan selalu ada untuk ana. Ana pun tersipu dan memeluk Roy
hingga lelap.
Tiba
pada suatu hari yang tidak biasa, Ana yang terlihat oleh Roy adalah gadis lugu
dan manja ternyata masih menyimpan rasa cinta dengan mantan kekasihnya dahulu. Dengan
pendirian melepaskan bukan berarti tidak cinta dan sayang akhirnya Roy mengalah
tanpa banyak alasan. Lebih baik terbuang, di sisi lain membenahi diri untuk
bangkit daripada terus mengejar tapi tertusuk rasa sakit. Pada akhirnya, Ana
menikah dengan si mantan kekasihnya dahulu.
Saya
senang kembalinya Roy ke tongkrongan dengan canda tawanya yang khas, serta
berbagi cerita selama ia di Goa mengalami keterpurukan seperti apa rasanya. Memang
cinta itu buta tidaklah salah, yang salah adalah diri kita yang lupa akan kasih
sayang dan kebutuhan pada diri sendiri. Terkadang apa yang kita perjuangkan
belum tentu berarti, kita terlalu sibuk bagaimana cara membuat bahagia yang
pada akhirnya diri kitapun tidak bahagia. Terlalu sayang yang berlebih juga
tidak baik, karna segala sesuatu yang berlebihanpun juga tidak baik. Jangan
pernah menganggap kita orang - orang yang terbuang, sebaliknya yang terbuang
itu punya semangat lebih untuk bangkit, punya ambisi untuk lebih baik, jika kita
mau intropeksi diri dan memperbaiki kesalahan.