Langsung ke konten utama

SIMPANG JALAN PINGGIRAN


Ada banyak sudut pandang orang menilai sesuatu, mungkin tidak semuanya sama karna perbedaan itu mutlak adanya. Setiap orang bebas mengekspresikan apa yang dia rasakan, dalam bentuk apapun.
Setiap seseorang mempunyai jalan hidup masing- masing, perubahan seseorang terkadang disalah artikan. Banyak yang berteriak kebenaran dan keadilan namun nyatanya mempunyai kepentingan diri sendiri. Kejujuran memang sangat sulit untuk di mengerti, terlalu polos juga terkadang di bodohkan. Beberapa waktu lalu sempat ada penyiar berkata “jangan terlalu berharap dengan seseorang, dan jangan terlalu mempercayainya”. Di lain waktu beberapa obrolan di simpang jalan membuat saya menjadi  pendengar yang bijak tentang keluh kesah si penyiar hidup.
Saya selalu menyaksikan dan mendengar keluh kesah dari orang – orang yang terbuang, mereka selalu memberikan makna dalam hidup saya pribadi. Memberi kesan tersendiri tentang makna hidup yang sebenarnya dimana mereka adalah ibu/bapak kandung saya, orang- orang di simpang jalan, kerabat, serta beberapa tokoh dan publik figur.
Menurut saya tidak semua orang yang terbuang dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat itu salah. Mereka terlalu mudah untuk mengaplikasikan kalau orang- orang itu tidak pantas di contoh. Saya punya pandangan yang berbeda dalam semua itu, menurut saya pribadi mereka adalah orang- orang yang mempunyai semangat hidup yang luar biasa, dengan kondisi yang apa adanya namun berusaha agar tetap hidup dan tidak merugikan orang banyak, mungkin sebagian merugikan namun yang mereka lakukan pasti punya alasan.
Mungkin karna kurangnya kesadaran kita untuk bersosialisasi dengan orang- orang yang terbuang maka kita tetap hanyut dengan noda – noda dan pandangan negatif yang berkelanjutan.